AktualPost.com — AC Milan kembali berada di fase transisi. Struktur kepemilikan klub raksasa Italia ini berpotensi mengalami perubahan besar pada Maret mendatang, seiring dengan progres negosiasi antara RedBird Capital Partners, Elliott Management, dan calon investor baru, Manulife Comvest.
Saat ini, mayoritas saham AC Milan masih berada di tangan RedBird Capital Partners yang dipimpin Gerry Cardinale. RedBird resmi mengambil alih Rossoneri pada Agustus 2022, setelah sebelumnya klub berada di bawah kendali Elliott Management sejak 2018 — menyusul kegagalan Li Yonghong melunasi utang senilai 415 juta euro.
Namun, akuisisi RedBird kala itu tidak sepenuhnya bersih. Cardinale hanya membayar sekitar setengah dari total harga pembelian, sementara sisanya dibiayai melalui pinjaman dari Elliott. Imbasnya, Elliott tetap memiliki pengaruh tertentu di internal klub, termasuk menempatkan Giorgio Furlani sebagai CEO — sosok yang sudah berada di jajaran direksi Milan sejak era sebelumnya.
Utang Membengkak, RedBird Cari Jalan Keluar
Setelah sekitar 3,5 tahun mengelola Milan, RedBird masih memiliki kewajiban besar kepada Elliott. Nilai utang yang semula berada di angka 489 juta euro kini melonjak menjadi sekitar 566 juta euro akibat bunga.
Untuk mengurangi tekanan finansial sekaligus merestrukturisasi pembiayaan klub, Cardinale kini aktif mencari mitra pendanaan baru. Nama Manulife Comvest mencuat sebagai kandidat utama — dan kabarnya, pembicaraan antara kedua pihak berjalan positif.
Jika kesepakatan tercapai, Elliott kemungkinan akan keluar dari struktur pendanaan Milan, meskipun peran mereka bisa saja tetap terasa di tingkat manajerial.
Manulife Comvest Dinilai Lebih ‘Ramah’
Dibanding Elliott, Manulife Comvest dianggap sebagai pemberi pinjaman yang lebih fleksibel. Perusahaan ini dikenal menawarkan tenor pinjaman lebih panjang, bunga yang lebih rendah, serta mekanisme pembiayaan yang tidak terlalu agresif.
Selain itu, Manulife Comvest bukan tipe investor yang gemar melakukan intervensi besar dalam operasional perusahaan. Mereka cenderung membiarkan manajemen yang ada tetap bekerja — yang berarti RedBird kemungkinan masih memegang kendali penuh atas arah klub.
Hal ini membuka peluang bahwa figur seperti Giorgio Furlani tetap bertahan, mengingat Manulife Comvest tidak memiliki banyak pengalaman dalam mengelola klub olahraga secara langsung.
Siapa Manulife Comvest?
Manulife Comvest merupakan hasil merger antara Manulife Investment Management asal Kanada dan Comvest Credit Partners dari Amerika Serikat, yang resmi bergabung pada Maret tahun lalu. Manulife sendiri mengakuisisi sekitar 75 persen saham Comvest dalam kesepakatan tersebut.
Kini, entitas gabungan ini mengelola aset bernilai ratusan miliar euro. Di Indonesia, Manulife lebih dikenal sebagai perusahaan asuransi dan manajer investasi yang telah beroperasi selama hampir tiga dekade. Hingga Juni 2025, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) tercatat mengelola aset sebesar Rp63,73 triliun.
Milan Tetap di Tangan RedBird?
Jika kesepakatan benar-benar terjadi, maka yang berubah bukanlah kendali klub secara langsung, melainkan struktur pembiayaan di belakang layar. RedBird diprediksi tetap menjadi pengendali utama AC Milan, sementara Manulife Comvest berperan sebagai mitra pendanaan baru.
Bagi Milanisti, perubahan ini bisa menjadi angin segar — terutama jika struktur finansial klub menjadi lebih stabil dan memberi ruang lebih luas untuk investasi di skuad.

