26.2 C
Jakarta
Thursday, January 22, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Donald Trump

    Jakarta, AktualPost.com – Indonesia resmi menjadi bagian dari Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini menandai langkah diplomatik baru Indonesia dalam mendukung upaya penyelesaian konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

    Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Indonesia bersama sejumlah negara Timur Tengah dan negara Muslim lainnya menyambut positif undangan Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut. Informasi ini disampaikan melalui unggahan resmi Kemenlu di media sosial X pada Kamis (22/1/2026).

    Seperti dirangkum Aktualpost.com, negara-negara yang menyatakan kesiapan bergabung antara lain Turkiye, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Para menteri luar negeri dari negara-negara tersebut sepakat mendukung inisiatif perdamaian yang diusung oleh Presiden AS.

    Siap Teken Dokumen dan Dukung Misi Perdamaian

    Kemenlu menjelaskan, setelah pernyataan dukungan ini, masing-masing negara akan melanjutkan proses penandatanganan dokumen keanggotaan sesuai dengan prosedur hukum dan mekanisme yang berlaku di negaranya masing-masing.

    Tak hanya itu, para menteri juga menegaskan kembali komitmen untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana tercantum dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza.

    Rencana tersebut juga sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803, yang bertujuan mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendorong rekonstruksi Gaza, serta memajukan perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

    “Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas jangka panjang bagi negara-negara dan masyarakat di kawasan,” tulis Kemenlu dalam pernyataannya.

    Tak Hanya Gaza, Cakupan Dewan Perdamaian Lebih Luas

    Diketahui, pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi menginisiasi pembentukan Dewan Perdamaian sebagai organisasi internasional yang bertujuan membantu penyelesaian berbagai konflik global. Meski awalnya difokuskan pada pengawasan rekonstruksi Gaza, piagam organisasi ini menunjukkan bahwa mandat Dewan Perdamaian tidak terbatas pada Palestina, melainkan juga mencakup wilayah konflik lainnya di dunia.

    Menurut catatan Aktualpost.com, hal ini menjadikan Dewan Perdamaian sebagai forum strategis baru dalam diplomasi internasional, terutama dalam isu keamanan dan stabilitas global.

    Trump Pimpin Dewan Eksekutif

    Struktur Dewan Perdamaian juga diisi oleh sejumlah nama besar. Dewan eksekutif akan dipimpin langsung oleh Donald Trump, dengan tujuh tokoh penting sebagai anggota.

    Mereka antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, serta menantu Trump Jared Kushner. Selain itu, terdapat pula mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

    Dengan bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini, posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mendorong diplomasi damai di tingkat global kembali ditegaskan. Seperti dicatat Aktualpost.com, langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia melalui jalur multilateral.

    Latest Posts

    spot_imgspot_img

    Don't Miss

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.