Internasional, AktualPost.com – Dunia hiburan global mendadak berguncang. Netflix resmi mengumumkan akuisisi raksasa terhadap Warner Bros Discovery (WBD) dengan nilai fantastis: USD 72 miliar. Dengan kombinasi pembayaran tunai dan saham, kesepakatan ini langsung menempati posisi sebagai salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri hiburan—hanya kalah dari mega-deal Disney membeli 21st Century Fox pada 2017.
Namun yang membuat publik benar-benar tercengang adalah skalanya: Netflix kini bukan hanya menyingkirkan pesaing, tetapi juga menyerap semua aset kelas dunia milik WBD—mulai dari HBO, Harry Potter, hingga DC Universe.
Daftar Waralaba Ikonik yang Kini Resmi Jadi Koleksi Netflix
Dengan akuisisi ini, Netflix memegang hak atas segudang franchise legendaris yang sebelumnya dimiliki Warner Bros. Daftarnya panjang dan sangat “berat”:
- Harry Potter
- DC Comics (Superman, Batman, Justice League)
- Game of Thrones
- The Sopranos
- Friends
- The Matrix
- Mad Max
- The Conjuring
- The Lord of the Rings (film rights)
- The Wizard of Oz
- Mortal Kombat (termasuk Netherrealm Studios)
- WB Games & TT Games (termasuk seluruh LEGO games)
- Rick & Morty, Adult Swim, Cartoon Network, Tom & Jerry, dan masih banyak lagi.
Netflix kini ibarat “Thanos” konten hiburan—mengoleksi Infinity Stones satu per satu.

Visi Besar: Konten Global Tanpa Batas
Co-CEO Netflix Ted Sarandos menyebut merger ini sebagai langkah yang “paling masuk akal” untuk memenuhi dahaga penonton dunia terhadap konten premium.
“Misi kami adalah menghibur seluruh dunia. Dengan gabungan katalog Netflix dan WBD, kami bisa memberi lebih banyak konten berkualitas ke lebih banyak orang,” ujar Sarandos.
CEO WBD David Zaslav pun sejalan:
“Bersama Netflix, cerita-cerita hebat kami akan hidup lebih lama dan dapat dinikmati generasi masa depan di mana pun mereka berada.”
Keduanya optimis kemitraan ini menciptakan superplatform hiburan global yang belum pernah ada sebelumnya.
Tantangan Hukum & Regulasi: Jalan Belum Sepenuhnya Mulus
Walau deal sudah di atas kertas, proses penyelesaiannya bisa makan waktu 12–18 bulan. Penutupan transaksi masih menunggu:
- Persetujuan regulator antimonopoli AS & UE
- Penyelesaian pemisahan divisi Global Networks WBD (target: Q3 2026)
- Finalisasi distribusi saham dan tunai
Pemegang saham WBD akan mendapat USD 23,25 tunai + USD 4,50 saham Netflix, dengan penyesuaian harga mengikuti average 15 hari (rentang USD 97,91 – 119,67).
Netflix berhasil memenangkan tender setelah mengalahkan rival berat: Paramount dan Comcast.
Namun kemenangan ini memunculkan kekhawatiran soal monopoli.
Hollywood Ketar-ketir: “Persaingan Bisa Mati”
Reaksi industri? Ramai—dan sebagian besar penuh kekhawatiran.
Mantan CEO WarnerMedia, Jason Kilar, menyebut langkah ini sebagai “jalan tercepat untuk mematikan kompetisi di Hollywood”.
Presiden Cinema United, Michael O’Leary, menentang keras. Menurutnya, akuisisi ini bisa mengancam ribuan bioskop karena model distribusi Netflix yang cenderung mengutamakan streaming.
“Regulator harus paham bahwa model Netflix tidak mengutamakan bioskop,” tegas O’Leary.
Netflix Beri Jaminan: “Tenang, Film WBD Tetap Tayang di Bioskop”
Menanggapi kritikan tersebut, Sarandos turun tangan memberi klarifikasi:
- Film WBD tetap akan tayang di bioskop.
- Yang berubah hanyalah durasi jeda dari bioskop ke streaming.
- Netflix menganggap eksklusivitas bioskop yang terlalu panjang sudah “tidak ramah konsumen”.
“Kami tidak benci bioskop. Tapi jeda rilis saat ini terlalu lama dan tidak sesuai kebutuhan penonton,” kata Sarandos.
Netflix juga memastikan studio Warner Bros tetap beroperasi, menghormati sejarah panjang studio yang berdiri sejak 1923.
Penutup: Era Baru Industri Hiburan Dimulai
Akuisisi ini bukan sekadar merger perusahaan—ini adalah sinyal dimulainya era baru dominasi konten.
Dengan katalog superbesar, kontrol distribusi yang kuat, dan kekuatan finansial yang nyaris tak tertandingi, Netflix kini benar-benar berubah menjadi “Raksasa Merah” yang siap mendefinisikan ulang masa depan hiburan global.

